Rabu, 02 Desember 2015

Dr.Ir.Soekarno



        

      
             Dr.Ir.Soekarno memiliki nama asli Kusno Sosrodihardjo Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali.Ketika kecil tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, diajak  tinggal di Surabaya ole Oemar Said Tjokroaminoto (teman bapaknya) dan disekolahkan (H.B.S.) , mengaji di tempat Tjokroaminoto. Dan bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. 1926).mendirikan Partai Nasional Indonesia (1927) menyebabkannya ditangkap Belanda (12-1929 dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan (31-12- 1931.)bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo)(07-1932) kembali ditangkap (08-1933) diasingkan ke Flores.diasingkan ke Provinsi Bengkulu.(1938-1942) dibebaskan tahun 1942.Masa penjajahan Jepang di ankat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.tahun 1955, berinisiatif mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya..una menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC) 
Rabu, 25 November 2015

Tuanku Imam Bonjol




         
           Tuanku Imam Bonjol memiliki nama asli Muhammad Sahab atau dikenal juga dengan Petto Syarif. Beliau adalah seorang guru agama. Ilmu agama dipelajari dan sang ayah, Buya Nurdin,juga guru agama lain, seperti Tuanku Nan Renceh. Penguasaan agama yang baik membuat beliau kemudian menjadi guru agama terkemuka di daerah Bonjol dan mendapat gelar Tuanku Imam Bonjol.
              

            Pada tahun 1821, perang saudara antara kaum Paderi yang ingin melaksanakan ajaran agama dengan baik dan didukung para ulama melawan kaum Adat yang didukung Belanda berkobar kembali. Peperangan ini sebenarnya terjadi karena politik adu domba yang diterapkan Belanda untuk menguasai Sumatera Barat. Tuanku imam bonjol memimpin pasukannya untuk menghadapi Belanda. Perlawanan sengit dan pasukan Imam Bonjol membuat Belanda kewalahan. Belanda kemudian terpaksa mengadakan perjanjian damai pada tahun 1824 yang dikenal sebagai Perjanjian Masang. Namun, tidak bertahan lama karena dilanggar sendiri oleh Belanda.


              Kaum Paderi dan Adat pda akhirnya menyadari bahwa pertentangan mereka hanya merugikan rakyat Minangkabau secara keseluruhan, bahkan membuat Belanda dapat memasuki tanah mereka. Kesepakatan damai terwujud dalam Plakat Tabek Patah yang berisi consensus bahwa adat berdasarkan agama dan agama berdasarkan Kitabullah (Al Quran). Sejak tahun 1833, rakyat Minang bersatu melawan Belanda. Selama 3 tahun Belanda kewalahan dan tidak mampu menguasai Bonjol sebagai sasaran utama mereka. Untuk itu, Belanda kembali mendatangkan pasukan dalam jumlah besar, termasuk dan Afrika yang disebut pasukan Sepoys. Sekitar 6000 tentara Belanda mengepung wilayah Bonjol sebagai benteng terkuat pasukan Imam Bonjol selama Januari-Desember 1837. Bonjol baru dapat direbut Belanda pada tanggal 16 Agustus 1837. Imam Bonjol yang berhasil menyelamatkan diri dijebak Belanda dalam sebuah perundingan dan dibuang ke Cianjur, Ambon, dan akhirnya dipindahkan ke Lotan, Manado. Beliau meninggal dunia di tempat pembuangan terakhir.

  • Tempat/Tgl. Lahir: Bonjol, 1772
  • Tempat/TgI. Wafat: Manado, 6 November 1864
  • SK Presiden: Keppres No. 087/TK/1973, TgI. 6 November 1973
  • Gelar: Pahlawan Nasional



















 
Pahlawan Nasional. Template Design By: SkinCorner